an5.42:3.1 Hito bahunnaṁ paṭipajja bhoge,
an5.42:3.2 Taṁ devatā rakkhati dhammaguttaṁ;
an5.42:3.3 Bahussutaṁ sīlavatūpapannaṁ,
an5.42:3.4 Dhamme ṭhitaṁ na vijahati kitti.
Sappurisasutta — Orang Sesungguhnya
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kehadiran seseorang yang baik dapat membawa kesejahteraan bagi lingkungan sekitarnya, dan bagaimana kualitas moral menjadi fondasi reputasi yang tak ternoda.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kelahiran seorang yang baik (sappurisa) dalam sebuah keluarga membawa manfaat dan kebahagiaan bagi banyak pihak: orang tua, anak dan pasangan, para pekerja, sahabat, serta para petapa dan brahmana. Ia menggunakan perumpamaan awan hujan yang menumbuhkan semua tanaman untuk menggambarkan dampak positif tersebut. Di akhir khotbah, syair menegaskan bahwa orang yang teguh pada Dhamma, bermoral, jujur, dan memiliki rasa malu akan dilindungi para dewa, dipuji oleh Brahma, dan tidak akan kehilangan reputasinya.
an5.42:3.1 Hito bahunnaṁ paṭipajja bhoge,
an5.42:3.2 Taṁ devatā rakkhati dhammaguttaṁ;
an5.42:3.3 Bahussutaṁ sīlavatūpapannaṁ,
an5.42:3.4 Dhamme ṭhitaṁ na vijahati kitti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.