Tassuddānaṁ
Inilah rangkuman syairnya:
Khotbah tentang Pohon Sal Besar
Sutta ini adalah sebuah perumpamaan yang indah dan mudah dipahami. Bayangkan sebuah pohon besar yang kokoh karena ditopang oleh gunung yang agung, lalu renungkan bagaimana hal yang sama berlaku dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Buddha menggunakan perumpamaan pohon sal besar yang tumbuh subur karena bersandar pada pegunungan Himalaya untuk menggambarkan bagaimana sebuah keluarga tumbuh dan berkembang ketika bersandar pada seorang kepala keluarga yang memiliki keyakinan. Keluarga tersebut tumbuh dalam lima hal: keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan. Syair penutup menegaskan bahwa seperti pohon yang menjadi penguasa hutan, keluarga yang baik menjadi teladan dan menginspirasi orang lain untuk berbuat baik, yang akhirnya mengarah pada kebahagiaan di alam surga.
Tassuddānaṁ
Inilah rangkuman syairnya:
Sumanā cundī uggaho,
Sumanā, Cundī, Uggaho,
sīho dānānisaṁsako;
Sīho, dan Dānānisamsaka;
Kālabhojanasaddhā ca,
Kālabhojana, dan Saddhā,
puttasālehi te dasāti.
bersama dengan putra-putra Sāla, itulah sepuluh orang itu.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.