Dadaṁ piyo hoti bhajanti naṁ bahū,
Dengan memberi, engkau dicintai dan ditemani banyak orang,
Giving, you’re loved and befriended by many people.
Sutta tentang Panglima Sīha
Sutta ini memperlihatkan percakapan antara Buddha dan Panglima Sīha, seorang jenderal yang juga dikenal sebagai penyumbang dan perawat Saṅgha. Perhatikan bagaimana Sīha merespons ajaran Buddha—ia tidak menerima begitu saja, melainkan membedakan mana yang ia ketahui sendiri dan mana yang ia yakini.
Panglima Sīha bertanya kepada Buddha apakah ada buah memberi yang terlihat dalam kehidupan ini. Buddha menjawab dengan empat buah yang tampak di kehidupan sekarang—dicintai banyak orang, dekat dengan orang baik, reputasi baik, dan percaya diri di berbagai perkumpulan—serta satu buah yang berkaitan dengan kehidupan mendatang, yaitu terlahir di alam surga. Sīha mengakui empat buah pertama dari pengalamannya sendiri, tetapi untuk buah kelima ia mengandalkan keyakinan kepada Buddha.
Dadaṁ piyo hoti bhajanti naṁ bahū,
Dengan memberi, engkau dicintai dan ditemani banyak orang,
Giving, you’re loved and befriended by many people.
Kittiñca pappoti yaso ca vaḍḍhati;
Engkau memperoleh reputasi baik, dan kemasyhuranmu bertambah;
You get a good reputation, and your fame grows.
Amaṅkubhūto parisaṁ vigāhati,
Tanpa rasa takut, ia memasuki kumpulan,
A generous man enters an assembly
Visārado hoti naro amaccharī.
Seorang yang murah hati menjadi percaya diri dan tidak kikir.
bold and self-assured.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.