“Sakkā, sīhā”ti bhagavā avoca:
"Bisa, Sīha," kata Sang Bhagavā.
“I can, Sīha,” said the Buddha.
Sutta tentang Panglima Sīha
Sutta ini memperlihatkan percakapan antara Buddha dan Panglima Sīha, seorang jenderal yang juga dikenal sebagai penyumbang dan perawat Saṅgha. Perhatikan bagaimana Sīha merespons ajaran Buddha—ia tidak menerima begitu saja, melainkan membedakan mana yang ia ketahui sendiri dan mana yang ia yakini.
Panglima Sīha bertanya kepada Buddha apakah ada buah memberi yang terlihat dalam kehidupan ini. Buddha menjawab dengan empat buah yang tampak di kehidupan sekarang—dicintai banyak orang, dekat dengan orang baik, reputasi baik, dan percaya diri di berbagai perkumpulan—serta satu buah yang berkaitan dengan kehidupan mendatang, yaitu terlahir di alam surga. Sīha mengakui empat buah pertama dari pengalamannya sendiri, tetapi untuk buah kelima ia mengandalkan keyakinan kepada Buddha.
“Sakkā, sīhā”ti bhagavā avoca:
"Bisa, Sīha," kata Sang Bhagavā.
“I can, Sīha,” said the Buddha.
“dāyako, sīha, dānapati bahuno janassa piyo hoti manāpo.
"Seorang pemberi, seorang dermawan, disayangi dan disukai oleh banyak orang.
“A giver, a donor is dear and beloved to many people.
Yampi, sīha, dāyako dānapati bahuno janassa piyo hoti manāpo, idampi sandiṭṭhikaṁ dānaphalaṁ.
Ini pun, Sīha, bahwa seorang pemberi, seorang dermawan, disayangi dan disukai oleh banyak orang—ini adalah buah dari memberi yang terlihat dalam kehidupan ini.
This is a fruit of giving that’s apparent in the present life.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.