Agge dhamme pasannānaṁ,
berkeyakinan pada Dhamma yang terbaik,
confident in the best teaching,
Khotbah dengan Cundī
Sutta ini menyajikan dialog antara seorang putri dan Buddha tentang kriteria keyakinan yang benar. Mari kita simak bagaimana Buddha mengarahkan pertanyaan Cundī dari sekadar 'berlindung' menjadi pemahaman tentang 'yang terunggul' sebagai objek keyakinan dan praktik.
Putri Cundī mendatangi Buddha untuk mengklarifikasi pernyataan kakaknya, Pangeran Cunda, bahwa siapa pun yang berlindung pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha serta menjalankan moralitas akan terlahir di alam bahagia. Buddha menjawab dengan menjelaskan bahwa keyakinan dan praktik yang benar adalah pada 'yang terunggul'—Buddha, Jalan Mulia Berunsur Delapan, ajaran kebosanan (virāga), Saṅgha para siswa, dan moralitas yang dicintai para mulia—karena hasil dari berkeyakinan pada yang terbaik adalah hasil yang terbaik pula.
Agge dhamme pasannānaṁ,
berkeyakinan pada Dhamma yang terbaik,
confident in the best teaching,
virāgūpasame sukhe;
kebahagiaan peluruhan nafsu dan ketenangan;
the bliss of fading and stilling;
Agge saṅghe pasannānaṁ,
berkeyakinan pada Saṅgha yang terbaik,
confident in the best Saṅgha,
puññakkhette anuttare.
ladang jasa yang tiada taranya—
the supreme field of merit—
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.