Tasmātiha, bhikkhave, evaṁ sikkhitabbaṁ:
Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih demikian:
So you should train like this:
Rincian
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas-kualitas batin yang menopang perjalanan spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci lima kekuatan yang menjadi penopang seorang pelatih, dan renungkan bagaimana kita dapat mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan secara terperinci lima kekuatan yang dimiliki oleh seorang pelatih (sekha), yaitu kekuatan keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, usaha, dan kebijaksanaan. Beliau menguraikan masing-masing kekuatan dengan definisi yang jelas, kemudian mendorong para bhikkhu untuk melatih diri agar memiliki kelima kekuatan tersebut.
Tasmātiha, bhikkhave, evaṁ sikkhitabbaṁ:
Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih demikian:
So you should train like this:
‘saddhābalena samannāgatā bhavissāma sekhabalena, hirībalena … ottappabalena … vīriyabalena … paññābalena samannāgatā bhavissāma sekhabalenā’ti.
'Kami akan memiliki kekuatan keyakinan, kekuatan seorang yang masih berlatih; kekuatan rasa malu ... kekuatan rasa takut akan akibat perbuatan salah ... kekuatan energi ... kekuatan kebijaksanaan, kekuatan seorang yang masih berlatih.'
‘We will have the trainee’s powers of faith, conscience, prudence, energy, and wisdom.’
Evañhi kho, bhikkhave, sikkhitabban”ti.
Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.”
That’s how you should train.”
Dutiyaṁ.
Yang kedua.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.