Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.28
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana konsentrasi yang matang bukan sekadar ketenangan pikiran, melainkan pengalaman yang meresapi seluruh tubuh dan membuka potensi batin yang luar biasa. Perhatikan bagaimana setiap tahap jhāna digambarkan dengan perumpamaan yang berbeda, dan bagaimana faktor kelima menjadi kunci yang membuat semua kemampuan itu dapat diakses.
Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu tentang pengembangan konsentrasi benar mulia yang memiliki lima faktor. Ajaran ini diuraikan melalui pencapaian empat jhāna, masing-masing dengan perumpamaan yang menggambarkan tubuh yang sepenuhnya dipenuhi oleh kualitas batin tertentu, diikuti dengan faktor kelima yaitu penguasaan objek perenungan. Setelah kelima faktor ini dikembangkan, seorang bhikkhu menjadi mampu mengarahkan pikirannya untuk merealisasikan berbagai pengetahuan langsung (abhiññā), mulai dari kekuatan batin hingga kebebasan sejati dari kekotoran batin.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
So sace ākaṅkhati: ‘dibbāya sotadhātuyā visuddhāya atikkantamānusikāya ubho sadde suṇeyyaṁ—dibbe ca mānuse ca ye dūre santike cā’ti,
Jika ia menginginkan: 'Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui pendengaran manusia, semoga aku dapat mendengar kedua jenis suara—suara dewa dan manusia, baik yang jauh maupun yang dekat,'
If you wish: ‘With clairaudience that is purified and superhuman, may I hear both kinds of sounds, human and heavenly, whether near or far.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 5.28 · Khotbah dengan Lima Faktor | Tiga Keranjang