an5.27:2.1 Samādhiṁ, bhikkhave, bhāvetha appamāṇaṁ nipakā patissatā.
an5.27:2.2 Samādhiṁ, bhikkhave, bhāvayataṁ appamāṇaṁ nipakānaṁ patissatānaṁ imāni pañca ñāṇāni paccattaññeva uppajjantī”ti.
an5.27:2.3 Sattamaṁ.
Khotbah tentang Konsentrasi
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana konsentrasi yang dikembangkan dengan benar dapat membawa kebijaksanaan pribadi. Mari kita simak dengan tenang apa saja pengetahuan yang muncul dari latihan semacam itu.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu untuk mengembangkan konsentrasi yang tidak terukur (appamāṇa samādhi) dengan penuh kewaspadaan dan perhatian. Beliau menjelaskan bahwa ketika konsentrasi ini dikembangkan, lima pengetahuan akan muncul secara pribadi pada diri praktisi, masing-masing menegaskan kualitas dan manfaat dari konsentrasi tersebut.
an5.27:2.1 Samādhiṁ, bhikkhave, bhāvetha appamāṇaṁ nipakā patissatā.
an5.27:2.2 Samādhiṁ, bhikkhave, bhāvayataṁ appamāṇaṁ nipakānaṁ patissatānaṁ imāni pañca ñāṇāni paccattaññeva uppajjantī”ti.
an5.27:2.3 Sattamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.