an5.26:1.1 “Pañcimāni, bhikkhave, vimuttāyatanāni yattha bhikkhuno appamattassa ātāpino pahitattassa viharato avimuttaṁ vā cittaṁ vimuccati, aparikkhīṇā vā āsavā parikkhayaṁ gacchanti, ananuppattaṁ vā anuttaraṁ yogakkhemaṁ anupāpuṇāti.
Kesempatan untuk Kebebasan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebebasan batin bisa muncul dari berbagai cara berinteraksi dengan Dhamma. Mari kita simak kelima kesempatan yang diajarkan oleh Sang Buddha, dan bagaimana masing-masing dapat menjadi pintu menuju kedamaian.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan lima kesempatan untuk mencapai kebebasan batin. Kelima kesempatan itu adalah: mendengarkan Dhamma dari guru atau teman spiritual, mengajarkan Dhamma kepada orang lain, mengulangi Dhamma, merenungkan Dhamma, dan memiliki objek meditasi yang dikuasai dengan baik. Pada setiap kesempatan, jika seorang bhikkhu tekun dan bersemangat, ia akan mengalami kegembiraan, sukacita, ketenangan, kebahagiaan, dan akhirnya konsentrasi, yang mengarah pada pembebasan pikiran dan berakhirnya kekotoran batin.
an5.26:1.1 “Pañcimāni, bhikkhave, vimuttāyatanāni yattha bhikkhuno appamattassa ātāpino pahitattassa viharato avimuttaṁ vā cittaṁ vimuccati, aparikkhīṇā vā āsavā parikkhayaṁ gacchanti, ananuppattaṁ vā anuttaraṁ yogakkhemaṁ anupāpuṇāti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.