Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.265-271
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam khotbah yang singkat namun padat ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana keterikatan dan kekikiran sehari-hari dapat menjadi penghalang halus dalam praktik spiritual. Mari kita simak dengan hati terbuka, dan lihat apakah lima kualitas ini juga relevan dalam kehidupan kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa tanpa meninggalkan lima kualitas buruk—kekikiran terhadap tempat tinggal, keluarga, perolehan materi, pujian, serta tidak tahu berterima kasih—seseorang tidak akan mampu mencapai jhāna kedua hingga keempat, maupun buah-buah kesucian mulai dari pemasuk-arus hingga kesempurnaan (arahat). Sebaliknya, dengan meninggalkan kelima hal tersebut, semua pencapaian spiritual menjadi mungkin.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Para bhikkhu, setelah meninggalkan kelima kualitas ini, seseorang mampu memasuki dan berdiam dalam jhāna kedua … jhāna ketiga … jhāna keempat … dan merealisasi buah pemasuk-arus … buah yang-kembali-sekali … buah yang-tidak-kembali … kesempurnaan.
But after giving up these five qualities you can enter and remain in the second absorption … third absorption … fourth absorption … and realize the fruit of stream-entry … the fruit of once-return … the fruit of non-return … perfection.
Kekikiran terhadap tempat tinggal, kekikiran terhadap keluarga, kekikiran terhadap perolehan materi, kekikiran terhadap pujian, dan tidak tahu berterima kasih serta tidak menghargai kebaikan.
Stinginess with dwellings, families, material things, praise, and lack of gratitude and thankfulness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 5.265-271 · Khotbah Lain tentang Jhāna Kedua, dan Seterusnya | Tiga Keranjang