‹
AN 5.249

Sivathikasutta

Khotbah tentang Tanah Pemakaman

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.249

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan yang kuat dan gamblang untuk merenungkan akibat dari perilaku tidak bermoral. Mari kita simak bagaimana Buddha memadankan gambaran tanah pemakaman yang mengerikan dengan kondisi batin dan sosial seseorang yang hidup dalam perilaku buruk.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha mengajarkan perumpamaan tentang tanah pemakaman (sivathika) yang memiliki lima bahaya: kotor, berbau busuk, menakutkan, tempat tinggal makhluk buas, dan tempat ratapan. Ia kemudian menyamakan lima bahaya tersebut dengan lima kondisi buruk yang melekat pada seseorang yang berperilaku buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.249:4.1

Tamenaṁ asucinā kāyakammena samannāgataṁ, asucinā vacīkammena samannāgataṁ, asucinā manokammena samannāgataṁ pesalā sabrahmacārī ārakā parivajjanti.

"Karena memiliki perilaku tubuh yang kotor, perilaku ucapan yang kotor, dan perilaku pikiran yang kotor, para sahabat mulia dalam kehidupan suci menjauhinya dari kejauhan."

Because of their filthy conduct, good-hearted spiritual companions avoid them from afar.

an5.249:4.2

Idamassa sappaṭibhayasmiṁ vadāmi.

Demikianlah Aku katakan bahwa mereka menakutkan.

That’s how they’re frightening, I say.

an5.249:4.3

Seyyathāpi sā, bhikkhave, sivathikā sappaṭibhayā;

Bagaikan, para bhikkhu, tanah pemakaman yang menakutkan;

That individual is just as frightening as a charnel ground.

an5.249:4.4

tathūpamāhaṁ, bhikkhave, imaṁ puggalaṁ vadāmi.

demikian pula, para bhikkhu, Aku katakan orang ini.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.