Pañcime, bhikkhave, ānisaṁsā sucarite.
Para bhikkhu, ada lima manfaat dalam perbuatan baik.
There are these five benefits of good conduct.
Sutta Perbuatan Buruk (Ke Dua)
Sutta ini adalah pengingat sederhana namun mendalam tentang bagaimana pilihan moral kita membentuk kehidupan kita. Mari kita renungkan lima bahaya dan manfaat ini dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu lima bahaya dari perbuatan buruk dan lima manfaat dari perbuatan baik. Bahaya tersebut meliputi celaan terhadap diri sendiri, celaan dari para bijaksana, reputasi buruk, menjauh dari Dhamma sejati, dan berdiam dalam Dhamma yang tidak sejati. Sebaliknya, manfaat perbuatan baik adalah kebalikan dari semua itu, yaitu tidak mencela diri sendiri, dipuji para bijaksana, reputasi baik, menjauh dari Dhamma tidak sejati, dan berdiam dalam Dhamma sejati.
Pañcime, bhikkhave, ānisaṁsā sucarite.
Para bhikkhu, ada lima manfaat dalam perbuatan baik.
There are these five benefits of good conduct.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Attāpi attānaṁ na upavadati;
Seseorang tidak mencela dirinya sendiri;
You don’t blame yourself.
anuvicca viññū pasaṁsanti;
setelah diselidiki, para bijaksana memujinya;
After examination, sensible people praise you.
kalyāṇo kittisaddo abbhuggacchati;
ia mendapat reputasi baik;
You get a good reputation.
asaddhammā vuṭṭhāti;
ia menjauh dari Dhamma yang tidak sejati;
You drift away from untrue teachings.
saddhamme patiṭṭhāti.
ia berdiam dalam Dhamma sejati.
You settle on true teachings.
Ime kho, bhikkhave, pañca ānisaṁsā sucarite”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah lima manfaat dalam perbuatan baik.”
These are the five benefits of good conduct.”
Pañcamaṁ.
Selesai yang kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.