So sace ākaṅkhati: ‘dibbena cakkhunā visuddhena atikkantamānusakena satte passeyyaṁ cavamāne upapajjamāne hīne paṇīte suvaṇṇe dubbaṇṇe, sugate duggate yathākammūpage satte pajāneyyaṁ—ime vata bhonto sattā kāyaduccaritena samannāgatā vacīduccaritena samannāgatā manoduccaritena samannāgatā ariyānaṁ upavādakā micchādiṭṭhikā micchādiṭṭhikammasamādānā, te kāyassa bhedā paraṁ maraṇā apāyaṁ duggatiṁ vinipātaṁ nirayaṁ upapannā; ime vā pana bhonto sattā kāyasucaritena samannāgatā vacīsucaritena samannāgatā manosucaritena samannāgatā ariyānaṁ anupavādakā sammādiṭṭhikā sammādiṭṭhikammasamādānā, te kāyassa bhedā paraṁ maraṇā sugatiṁ saggaṁ lokaṁ upapannāti, iti dibbena cakkhunā visuddhena atikkantamānusakena satte passeyyaṁ cavamāne upapajjamāne hīne paṇīte suvaṇṇe dubbaṇṇe, sugate duggate yathākammūpage satte pajāneyyan’ti,
Jika engkau ingin: ‘Dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, semoga aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—rendah dan mulia, cantik dan buruk, di alam bahagia atau alam sengsara—dan memahami bagaimana makhluk-makhluk mengembara sesuai perbuatan mereka: “Makhluk-makhluk yang terhormat ini melakukan perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka mencela para mulia; mereka berpandangan salah; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan salah itu. Setelah kematian, saat hancurnya tubuh, mereka terlahir kembali di alam kehilangan, alam sengsara, alam rendah, neraka. Akan tetapi, makhluk-makhluk yang terhormat ini melakukan perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mereka tidak mencela para mulia; mereka berpandangan benar; dan mereka bertindak berdasarkan pandangan benar itu. Setelah kematian, saat hancurnya tubuh, mereka terlahir kembali di alam bahagia, alam surga.” Demikianlah, dengan mata dewa yang murni dan melampaui kemampuan manusia, semoga aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali—rendah dan mulia, cantik dan buruk, di alam bahagia atau alam sengsara—dan memahami bagaimana makhluk-makhluk mengembara sesuai perbuatan mereka.’
If you wish: ‘With clairvoyance that is purified and superhuman, may I see sentient beings passing away and being reborn—inferior and superior, beautiful and ugly, in a good place or a bad place—and understand how sentient beings pass on according to their deeds: “These dear beings did bad things by way of body, speech, and mind. They denounced the noble ones; they had wrong view; and they chose to act out of that wrong view. When their body broke up, after death, they were reborn in a place of loss, a bad place, the underworld, hell. These dear beings, however, did good things by way of body, speech, and mind. They never denounced the noble ones; they had right view; and they chose to act out of that right view. When their body broke up, after death, they were reborn in a good place, a heavenly realm.” And so, with clairvoyance that is purified and superhuman, may I see sentient beings passing away and being reborn—inferior and superior, beautiful and ugly, in a good place or a bad place. And may I understand how sentient beings pass on according to their deeds.’
