Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.23
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas pikiran kita sendiri—apakah sedang keruh oleh nafsu, kebencian, atau keraguan—dan bagaimana membersihkannya agar menjadi jernih dan bermanfaat. Mari kita simak perumpamaan emas yang indah ini dan lihat bagaimana ia berlaku bagi kehidupan batin kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan emas murni yang terbebas dari lima noda untuk menggambarkan pikiran yang terbebas dari lima rintangan. Ketika pikiran bersih dari kelima noda batin—nafsu indrawi, niat buruk, kelambanan dan kantuk, kegelisahan dan penyesalan, serta keragu-raguan—pikiran menjadi lentur, mudah diarahkan, dan bersinar, sehingga mampu mencapai berbagai pencapaian spiritual, termasuk kekuatan batin, pengetahuan langsung, dan akhirnya kebebasan dari kekotoran batin.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
So sace ākaṅkhati: ‘dibbāya sotadhātuyā visuddhāya atikkantamānusikāya ubho sadde suṇeyyaṁ—dibbe ca mānuse ca ye dūre santike cā’ti,
Jika engkau menginginkan: ‘Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui pendengaran manusia, semoga aku dapat mendengar kedua jenis suara—suara dewa dan manusia, baik yang jauh maupun yang dekat’—
If you wish: ‘With clairaudience that is purified and superhuman, may I hear both kinds of sounds, human and heavenly, whether near or far.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.