“Pañcime, bhikkhave, ādīnavā aggismiṁ.
“Para bhikkhu, ada lima bahaya dalam api.
“Mendicants, there are these five drawbacks of a fire.
Sutta tentang Api
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana hal-hal sederhana seperti api dapat membawa dampak buruk jika tidak diwaspadai. Mari kita simak dengan pikiran terbuka, apa saja bahaya yang disebutkan oleh Sang Buddha.
Dalam sutta pendek ini, Sang Buddha menyebutkan lima bahaya yang terdapat pada api: buruk bagi mata, merusak kulit, melemahkan tubuh, mendorong pergaulan, dan memicu pembicaraan rendah. Ajaran ini disampaikan secara langsung dan ringkas, tanpa narasi latar yang panjang.
“Pañcime, bhikkhave, ādīnavā aggismiṁ.
“Para bhikkhu, ada lima bahaya dalam api.
“Mendicants, there are these five drawbacks of a fire.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Acakkhusso, dubbaṇṇakaraṇo, dubbalakaraṇo, saṅgaṇikāpavaḍḍhano, tiracchānakathāpavattaniko hoti.
Api buruk bagi mata, merusak keindahan kulit, melemahkan tubuh, mendorong pergaulan, dan memicu pembicaraan yang rendah.
It’s bad for your eyes. It’s bad for your complexion. It makes you weak. It draws in groups. And it encourages low talk.
Ime kho, bhikkhave, pañca ādīnavā aggismin”ti.
Inilah, para bhikkhu, kelima bahaya dalam api.”
These are the five drawbacks of a fire.”
Navamaṁ.
Kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.