‹
AN 5.213

Sīlasutta

Sīlasutta — Perilaku Bermoral

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.213

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyajikan ajaran yang lugas dan terstruktur. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap poin tentang bahaya secara langsung berpasangan dengan poin tentang manfaat, membentuk gambaran yang jelas tentang bagaimana moralitas membentuk kehidupan seseorang di dunia ini dan setelahnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima bahaya yang menimpa seseorang yang tidak bermoral dan lima manfaat yang diperoleh seseorang yang bermoral. Ajaran ini disusun sebagai perbandingan berpasangan yang sistematis, menunjukkan konsekuensi duniawi dan spiritual dari moralitas (sīla) dan kegagalannya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.213:8.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, sīlavā sīlasampanno yaññadeva parisaṁ upasaṅkamati—yadi khattiyaparisaṁ, yadi brāhmaṇaparisaṁ, yadi gahapatiparisaṁ, yadi samaṇaparisaṁ—visārado upasaṅkamati amaṅkubhūto.

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang yang bermoral dan sempurna dalam moralitas, ke mana pun ia pergi mendekati suatu kumpulan—apakah kumpulan para khattiya, kumpulan para brahmana, kumpulan para perumah tangga, atau kumpulan para petapa—ia mendekatinya dengan percaya diri dan tidak gentar.

Furthermore, an ethical person enters any kind of assembly bold and self-assured, whether it’s an assembly of aristocrats, brahmins, householders, or ascetics.

an5.213:8.2

Ayaṁ bhikkhave, tatiyo ānisaṁso sīlavato sīlasampadāya.

Ini, para bhikkhu, adalah manfaat ketiga dari moralitas bagi seorang yang bermoral dan sempurna dalam moralitas.

This is the third benefit.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.