“Pañcime, bhikkhave, ānisaṁsā yāguyā.
“Para bhikkhu, ada lima manfaat bubur ini.
“Mendicants, there are these five benefits of porridge.
Bubur
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana hal-hal sederhana seperti makanan sehari-hari dapat mendukung kehidupan spiritual. Mari kita simak dengan tenang apa yang disampaikan Sang Buddha tentang manfaat bubur.
Dalam sutta pendek ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu lima manfaat memakan bubur (yāgu), yaitu menahan lapar, menghilangkan haus, menenangkan angin dalam tubuh, membersihkan kandung kemih, dan membantu pencernaan. Ajaran ini menekankan pentingnya makanan sederhana bagi kesehatan fisik para praktisi.
“Pañcime, bhikkhave, ānisaṁsā yāguyā.
“Para bhikkhu, ada lima manfaat bubur ini.
“Mendicants, there are these five benefits of porridge.
Katame pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Khuddaṁ paṭihanati, pipāsaṁ paṭivineti, vātaṁ anulometi, vatthiṁ sodheti, āmāvasesaṁ pāceti.
Menahan lapar, menghilangkan haus, menenangkan angin dalam tubuh, membersihkan kandung kemih, dan membantu pencernaan.
It wards off hunger, quenches thirst, settles the wind, cleans the bladder, and helps digestion.
Ime kho, bhikkhave, pañca ānisaṁsā yāguyā”ti.
Inilah, para bhikkhu, lima manfaat bubur.”
These are the five benefits of porridge.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.