an5.193:13.1 “Luar biasa, Guru Gotama! … Sejak hari ini, sudilah Guru Gotama mengingat saya sebagai umat awam yang telah pergi berlindung seumur hidup.”
an5.193:13.2 Ketiga.
Khotbah tentang Saṅgārava
Sutta ini memperlihatkan bagaimana Buddha menjawab pertanyaan seorang brahmana tentang fenomena ingatan sehari-hari dengan penjelasan yang mendalam tentang kondisi batin. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan air untuk menggambarkan keadaan pikiran yang jernih maupun yang tercemar.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha mengapa mantra yang sudah lama dihafal kadang tidak muncul di pikiran, sementara yang jarang dihafal justru muncul. Buddha menjelaskan bahwa lima rintangan batin—nafsu indria, niat buruk, kemalasan dan kantuk, kegelisahan dan penyesalan, serta keragu-raguan—mengotori pikiran sehingga kemampuan mengingat dan melihat dengan jernih menjadi terganggu. Sebaliknya, ketika pikiran bebas dari kelima rintangan itu, ingatan dan kejernihan muncul dengan sendirinya.
an5.193:13.1 “Luar biasa, Guru Gotama! … Sejak hari ini, sudilah Guru Gotama mengingat saya sebagai umat awam yang telah pergi berlindung seumur hidup.”
an5.193:13.2 Ketiga.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.