an5.193:11.1 Selanjutnya, brahmana, pada saat seseorang berdiam dengan pikiran yang tidak dikuasai dan tidak diliputi oleh keragu-raguan, dan ia memahami sebagaimana adanya jalan keluar dari keragu-raguan yang telah muncul, maka pada saat itu ia mengetahui dan melihat sebagaimana adanya apa yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, apa yang bermanfaat bagi orang lain, dan apa yang bermanfaat bagi keduanya. Bahkan mantra-mantra yang lama tidak diulangi muncul dalam pikiran, apalagi yang telah diulangi.
an5.193:11.2 Misalnya, brahmana, seperti sebuah mangkuk air yang jernih, bening, dan tidak keruh, diletakkan di tempat terang.
an5.193:11.3 Di dalamnya, seorang yang bermata jernih yang memeriksa bayangan wajahnya sendiri akan mengetahui dan melihatnya sebagaimana adanya.
an5.193:11.4 Demikian pula, brahmana, pada saat seseorang berdiam dengan pikiran yang tidak dikuasai dan tidak diliputi oleh keragu-raguan, dan ia memahami sebagaimana adanya jalan keluar dari keragu-raguan yang telah muncul. Pada saat itu ia mengetahui dan melihat sebagaimana adanya apa yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, apa yang bermanfaat bagi orang lain … dan apa yang bermanfaat bagi keduanya. Bahkan mantra-mantra yang lama tidak diulangi muncul dalam pikiran, apalagi yang telah diulangi.
