Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.193
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini memperlihatkan bagaimana Buddha menjawab pertanyaan seorang brahmana tentang fenomena ingatan sehari-hari dengan penjelasan yang mendalam tentang kondisi batin. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan air untuk menggambarkan keadaan pikiran yang jernih maupun yang tercemar.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha mengapa mantra yang sudah lama dihafal kadang tidak muncul di pikiran, sementara yang jarang dihafal justru muncul. Buddha menjelaskan bahwa lima rintangan batin—nafsu indria, niat buruk, kemalasan dan kantuk, kegelisahan dan penyesalan, serta keragu-raguan—mengotori pikiran sehingga kemampuan mengingat dan melihat dengan jernih menjadi terganggu. Sebaliknya, ketika pikiran bebas dari kelima rintangan itu, ingatan dan kejernihan muncul dengan sendirinya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.193:5.1 Furthermore, when your heart is overcome and mired in restlessness and remorse … Even hymns that are long-rehearsed don’t spring to mind, let alone those that are not rehearsed.
an5.193:5.2 Suppose there was a bowl of water stirred by the wind, quivering, swirling, and rippling.
an5.193:5.3 Even a person with clear eyes checking their own reflection wouldn’t truly know it or see it.
an5.193:5.4 In the same way, when your heart is overcome and mired in restlessness and remorse … Even hymns that are long-rehearsed don’t spring to mind, let alone those that are not rehearsed.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 5.193 · Khotbah tentang Saṅgārava | Tiga Keranjang