Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.191
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggunakan perbandingan yang tajam dan ironis antara perilaku para brahmana dan anjing. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan lima prinsip kuno yang telah ditinggalkan oleh para brahmana namun masih terlihat pada anjing.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu tentang lima prinsip kuno para brahmana yang pada masa kini justru lebih tampak pada anjing daripada pada para brahmana. Prinsip-prinsip itu mencakup kesetiaan pada pasangan sebangsa, menghormati masa subur, tidak memperjualbelikan perempuan, tidak menimbun harta, dan hidup sederhana dengan mencari makanan. Sutta ini merupakan kritik sosial yang tajam terhadap kemunduran moral para brahmana pada masa itu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Pada masa lampau, para bhikkhu, para brahmana tidak membeli maupun menjual perempuan brahmana; mereka hidup bersama semata-mata karena saling mencintai demi kelanjutan garis keturunan.
In the past brahmins neither bought nor sold brahmin women. They lived together because they loved each other and wanted their family line to continue.
Pada masa kini, para bhikkhu, para brahmana membeli dan menjual perempuan brahmana; mereka hidup bersama baik karena saling mencintai maupun tidak, demi kelanjutan garis keturunan.
These days brahmins both buy and sell brahmin women. They live together whether they love each other or not and they want their family line to continue.
Tetapi pada masa kini, para bhikkhu, anjing jantan tidak membeli maupun menjual anjing betina; mereka hidup bersama semata-mata karena saling tertarik demi kelanjutan garis keturunan.
But these days hounds neither buy nor sell female hounds. They live together because they’re attracted to each other and want their family line to continue.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.