Pāragū sabbadhammānaṁ,
Telah melampaui segala sesuatu,
Gone beyond all things,
Khotbah tentang Umat Awam
Sutta ini memberikan gambaran yang menyejukkan tentang bagaimana seorang umat awam dapat mencapai pencerahan tanpa harus meninggalkan kehidupan rumah tangga. Mari kita simak bagaimana Buddha merumuskan kriteria praktis bagi umat awam untuk mengenali kemajuan spiritual mereka sendiri.
Perumah tangga Anāthapiṇḍika datang menemui Buddha bersama sekitar lima ratus umat awam. Buddha kemudian menjelaskan kepada Sāriputta tentang kriteria seorang umat awam yang dapat menyatakan dirinya sebagai pemasuk arus: hidup terkendali dalam lima aturan latihan dan memiliki empat kebahagiaan meditatif yang berasal dari keyakinan pada Buddha, Dhamma, Saṅgha, serta moralitas yang mulia. Sutta ditutup dengan syair tentang pentingnya menghindari perbuatan jahat, mengingat Buddha dan Dhamma, serta perumpamaan banteng jinak yang menunjukkan bahwa yang terpenting adalah kualitas batin, bukan kelahiran atau status sosial.
Pāragū sabbadhammānaṁ,
Telah melampaui segala sesuatu,
Gone beyond all things,
anupādāya nibbuto;
mereka padam dengan tidak melekat.
they’re quenched by not grasping.
Tasmiñca viraje khette,
Di ladang yang tanpa noda itu,
In that flawless field,
vipulā hoti dakkhiṇā.
persembahan keagamaan berlimpah.
a religious donation is abundant.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.