Pahāya pañca verāni,
Setelah meninggalkan lima permusuhan ini,
having given up these five threats,
Khotbah tentang Bahaya
Sutta ini adalah wejangan langsung dari Buddha kepada seorang umat awam terkemuka, Anāthapiṇḍika. Mari kita simak bagaimana Buddha merangkum inti moralitas praktis bagi mereka yang hidup berumah tangga, dengan penekanan pada manfaat yang bisa dirasakan langsung di kehidupan ini.
Dalam khotbah ini, Buddha menjelaskan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika tentang lima bahaya dan permusuhan yang harus ditinggalkan untuk disebut bermoral dan terlahir di alam baik. Kelima hal tersebut adalah membunuh, mencuri, berbuat salah dalam hal kenikmatan indra, berbohong, dan mengonsumsi minuman memabukkan. Buddha menekankan bahwa menghindari kelima hal ini tidak hanya membawa akibat baik di kehidupan mendatang, tetapi juga menenangkan pikiran di kehidupan saat ini.
Pahāya pañca verāni,
Setelah meninggalkan lima permusuhan ini,
having given up these five threats,
sīlavā iti vuccati;
ia disebut sebagai orang yang bermoral;
they’re said to be ethical.
Kāyassa bhedā sappañño,
Ketika tubuhnya hancur, orang bijaksana itu
When their body breaks up, that wise person
sugatiṁ sopapajjatī”ti.
terlahir kembali di alam yang baik."
is reborn in a good place.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.