Adhammacuditassa, āvuso, bhikkhuno pañcahākārehi avippaṭisāro upadahātabbo:
Para sahabat, seorang bhikkhu yang ditegur secara tidak benar hendaknya ditenangkan dalam lima hal:
The mendicant who is accused improperly should be reassured in five ways.
Sutta Teguran
Sutta ini mengajak kita merenungkan seni menegur dan menerima teguran dalam kehidupan bersama. Mari kita simak bagaimana Sāriputta merumuskan kriteria teguran yang sehat, dan bagaimana Buddha mengarahkan beliau untuk fokus pada mereka yang sungguh-sungguh berlatih.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan lima syarat yang harus dipenuhi seorang bhikkhu sebelum menegur orang lain: berbicara pada waktu yang tepat, sesuai kebenaran, dengan lembut, bermanfaat, dan dengan pikiran cinta kasih. Ia juga menguraikan bagaimana menenangkan yang ditegur secara tidak benar, memperingatkan yang menuduh tidak benar, serta menegaskan bahwa yang ditegur hendaknya berdiri pada kebenaran dan ketenangan. Di akhir sutta, Buddha menasihati Sāriputta untuk membimbing teman-teman seperjalanan suci yang layak, sambil mengabaikan mereka yang tidak serius.
Adhammacuditassa, āvuso, bhikkhuno pañcahākārehi avippaṭisāro upadahātabbo:
Para sahabat, seorang bhikkhu yang ditegur secara tidak benar hendaknya ditenangkan dalam lima hal:
The mendicant who is accused improperly should be reassured in five ways.
‘akālenāyasmā cudito no kālena, alaṁ te avippaṭisārāya;
'Yang Mulia ditegur pada waktu yang tidak tepat, bukan pada waktu yang tepat. Tidak perlu bagimu untuk menyesal;
‘Venerable, you were accused at the wrong time, not at the right time. There’s no need for you to feel remorse.
abhūtenāyasmā cudito no bhūtena, alaṁ te avippaṭisārāya;
Yang Mulia ditegur dengan hal yang tidak benar, bukan dengan kebenaran. Tidak perlu bagimu untuk menyesal;
You were accused falsely, not truthfully. …
pharusenāyasmā cudito no saṇhena, alaṁ te avippaṭisārāya;
Yang Mulia ditegur dengan kasar, bukan dengan lembut. Tidak perlu bagimu untuk menyesal;
You were accused harshly, not gently. …
anatthasaṁhitenāyasmā cudito no atthasaṁhitena, alaṁ te avippaṭisārāya;
Yang Mulia ditegur dengan hal yang tidak bermanfaat, bukan dengan hal yang bermanfaat. Tidak perlu bagimu untuk menyesal;
You were accused harmfully, not beneficially. …
dosantarenāyasmā cudito no mettacittena, alaṁ te avippaṭisārāyā’ti.
Yang Mulia ditegur dengan kebencian di dalam hati, bukan dengan pikiran cinta kasih. Tidak perlu bagimu untuk menyesal.'
You were accused with secret hate, not lovingly. There’s no need for you to feel remorse.’
Adhammacuditassa, āvuso, bhikkhuno imehi pañcahākārehi avippaṭisāro upadahātabbo.
Para sahabat, seorang bhikkhu yang ditegur secara tidak benar hendaknya ditenangkan dalam kelima hal ini.
A mendicant who is accused improperly should be reassured in these five ways.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.