Ye pana te, sāriputta, kulaputtā saddhā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā asaṭhā amāyāvino aketabino anuddhatā anunnaḷā acapalā amukharā avikiṇṇavācā indriyesu guttadvārā bhojane mattaññuno jāgariyaṁ anuyuttā sāmaññe apekkhavanto sikkhāya tibbagāravā na bāhulikā na sāthalikā okkamane nikkhittadhurā paviveke pubbaṅgamā āraddhavīriyā pahitattā upaṭṭhitassatino sampajānā samāhitā ekaggacittā paññavanto aneḷamūgā, te tvaṁ, sāriputta, vadeyyāsi.
Akan tetapi, Sāriputta, terhadap para pemuda dari keluarga baik yang karena keyakinan telah meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, yang tidak licik, tidak berpura-pura, tidak berbuat curang, tidak gelisah, tidak sombong, tidak plin-plan, tidak banyak bicara, tidak berbicara tidak terkendali, yang menjaga pintu-pintu indria, yang tahu ukuran dalam makan, yang tekun dalam berjaga, yang memperhatikan kehidupan pertapaan, yang sangat menghormati latihan, tidak suka berlebih-lebihan, tidak lengah, yang meletakkan beban dalam hal kemajuan, yang mengutamakan keterasingan, yang berusaha keras, yang bertekad, yang memiliki perhatian tegak, yang sadar, yang terkonsentrasi, yang pikirannya terpusat, yang bijaksana, yang tidak tumpul—terhadap mereka itulah, Sāriputta, engkau seharusnya berbicara.
But those gentlemen who went forth from the lay life to homelessness out of faith … You should speak to them.

