‹
AN 5.167

Codanāsutta

Sutta Teguran

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.167

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan seni menegur dan menerima teguran dalam kehidupan bersama. Mari kita simak bagaimana Sāriputta merumuskan kriteria teguran yang sehat, dan bagaimana Buddha mengarahkan beliau untuk fokus pada mereka yang sungguh-sungguh berlatih.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Sāriputta menjelaskan lima syarat yang harus dipenuhi seorang bhikkhu sebelum menegur orang lain: berbicara pada waktu yang tepat, sesuai kebenaran, dengan lembut, bermanfaat, dan dengan pikiran cinta kasih. Ia juga menguraikan bagaimana menenangkan yang ditegur secara tidak benar, memperingatkan yang menuduh tidak benar, serta menegaskan bahwa yang ditegur hendaknya berdiri pada kebenaran dan ketenangan. Di akhir sutta, Buddha menasihati Sāriputta untuk membimbing teman-teman seperjalanan suci yang layak, sambil mengabaikan mereka yang tidak serius.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.167:12.1

Ye pana te, bhante, kulaputtā saddhā agārasmā anagāriyaṁ pabbajitā asaṭhā amāyāvino aketabino anuddhatā anunnaḷā acapalā amukharā avikiṇṇavācā indriyesu guttadvārā bhojane mattaññuno jāgariyaṁ anuyuttā sāmaññe apekkhavanto sikkhāya tibbagāravā na bāhulikā na sāthalikā okkamane nikkhittadhurā paviveke pubbaṅgamā āraddhavīriyā pahitattā upaṭṭhitassatino sampajānā samāhitā ekaggacittā paññavanto aneḷamūgā, te mayā evaṁ vuccamānā padakkhiṇaṁ gaṇhantī”ti.

Akan tetapi, Bhante, mereka yang adalah putra-putra keluarga baik, yang meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah karena keyakinan—mereka tidak licik, tidak menipu, dan tidak curang. Mereka tidak sombong, tidak angkuh, tidak plin-plan, tidak suka mencela, dan tidak berbicara tidak terkendali. Mereka menjaga pintu-pintu indra, tahu batas dalam makan, dan tekun dalam berjaga. Mereka menghiraukan kehidupan pertapaan dan sungguh-sungguh menghormati latihan. Mereka tidak suka bersenang-senang dan tidak lengah, tidak menjadi pelopor dalam kemunduran, dan tidak mengabaikan keterasingan. Mereka bersemangat dan bertekad. Mereka waspada, memiliki kesadaran penuh, ketenangan, dan pikiran yang terpusat; bijaksana dan cerdas. Ketika aku berbicara kepada mereka seperti ini, mereka menerimanya dengan hormat.”

Sir, there are those gentlemen who went forth from the lay life to homelessness out of faith. They’re not devious, deceitful, and sneaky. They’re not haughty, insolent, fickle, scurrilous, and loose-tongued. They guard their sense doors and eat in moderation, and they are dedicated to wakefulness. They care about the ascetic life, and keenly respect the training. They’re not indulgent or slack, nor are they leaders in backsliding, neglecting seclusion. They’re energetic and determined. They’re mindful, with situational awareness, immersion, and unified minds; wise and clever. When I speak to them like this, they do respectfully take it up.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.