an5.156:7.1 Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhū suvacā honti sovacassakaraṇehi dhammehi samannāgatā, khamā padakkhiṇaggāhino anusāsaniṁ.
an5.156:7.2 Ayaṁ, bhikkhave, dutiyo dhammo saddhammassa ṭhitiyā asammosāya anantaradhānāya saṁvattati.
Kemunduran Dhamma Sejati (Ke-3)
Dalam sutta ini, Sang Buddha merangkum dengan jelas faktor-faktor yang menjaga ajaran tetap hidup dan yang justru melemahkannya. Mari kita simak dengan tenang, merenungkan bagaimana kondisi-kondisi ini dapat kita temukan dalam kehidupan komunitas mana pun, termasuk dalam upaya kita melestarikan Dhamma.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan lima kondisi yang menyebabkan kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati, serta lima kondisi yang sebaliknya menjamin kelangsungan dan keteguhannya. Kondisi-kondisi tersebut mencakup cara mempelajari ajaran, sikap terhadap nasihat, pewarisan ajaran, keteladanan para bhikkhu senior, dan keharmonisan Saṅgha.
an5.156:7.1 Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhū suvacā honti sovacassakaraṇehi dhammehi samannāgatā, khamā padakkhiṇaggāhino anusāsaniṁ.
an5.156:7.2 Ayaṁ, bhikkhave, dutiyo dhammo saddhammassa ṭhitiyā asammosāya anantaradhānāya saṁvattati.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.