‹
AN 5.156

Tatiyasaddhammasammosasutta

Kemunduran Dhamma Sejati (Ke-3)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.156

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sang Buddha merangkum dengan jelas faktor-faktor yang menjaga ajaran tetap hidup dan yang justru melemahkannya. Mari kita simak dengan tenang, merenungkan bagaimana kondisi-kondisi ini dapat kita temukan dalam kehidupan komunitas mana pun, termasuk dalam upaya kita melestarikan Dhamma.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan lima kondisi yang menyebabkan kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati, serta lima kondisi yang sebaliknya menjamin kelangsungan dan keteguhannya. Kondisi-kondisi tersebut mencakup cara mempelajari ajaran, sikap terhadap nasihat, pewarisan ajaran, keteladanan para bhikkhu senior, dan keharmonisan Saṅgha.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.156:2.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhū dubbacā honti, dovacassakaraṇehi dhammehi samannāgatā, akkhamā appadakkhiṇaggāhino anusāsaniṁ.

Kemudian, para bhikkhu, para bhikkhu sulit dinasihati, memiliki kualitas yang membuat mereka sulit dinasihati. Mereka tidak sabar dan tidak menerima petunjuk dengan hormat.

Furthermore, the mendicants are hard to admonish, having qualities that make them hard to admonish. They’re impatient, and don’t take instruction respectfully.

an5.156:2.2

Ayaṁ, bhikkhave, dutiyo dhammo saddhammassa sammosāya antaradhānāya saṁvattati.

Ini, para bhikkhu, adalah hal kedua yang mengarah pada kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati.

This is the second thing …

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.