‹
AN 5.154

Paṭhamasaddhammasammosasutta

Kemunduran Dhamma Sejati (Ke-1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.154

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita berhubungan dengan ajaran—apakah sekadar mendengar, atau benar-benar menghayati dan mempraktikkannya. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat apakah kita menemukan cermin diri di dalamnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan lima hal yang menyebabkan kemunduran dan lenyapnya Dhamma sejati, serta lima hal yang sebaliknya menjamin kelangsungan dan keutuhannya. Beliau menekankan pentingnya kesungguhan dalam mendengarkan, mempelajari, mengingat, menyelidiki makna, dan mempraktikkan Dhamma sesuai dengan yang dipahami.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.154:2.1

Pañcime, bhikkhave, dhammā saddhammassa ṭhitiyā asammosāya anantaradhānāya saṁvattanti.

Para bhikkhu, lima hal ini mengarah pada keberlangsungan, ketidakmunduran, dan ketidaklenyapan Dhamma sejati.

These five things lead to the continuation, persistence, and enduring of the true teaching.

an5.154:2.3

Idha, bhikkhave, bhikkhū sakkaccaṁ dhammaṁ suṇanti, sakkaccaṁ dhammaṁ pariyāpuṇanti, sakkaccaṁ dhammaṁ dhārenti, sakkaccaṁ dhātānaṁ dhammānaṁ atthaṁ upaparikkhanti, sakkaccaṁ atthamaññāya dhammamaññāya dhammānudhammaṁ paṭipajjanti.

Di sini, para bhikkhu, para bhikkhu dengan sungguh-sungguh mendengarkan Dhamma, dengan sungguh-sungguh mempelajari Dhamma, dengan sungguh-sungguh mengingat Dhamma, dengan sungguh-sungguh menyelidiki makna dari Dhamma yang telah diingat, dan dengan sungguh-sungguh, setelah memahami makna dan Dhamma, mempraktikkan sesuai dengan Dhamma.

It’s when mendicants carefully listen to the teachings, memorize them, and remember them. They carefully examine the meaning of teachings that they remember. And they carefully practice in line with the meaning and the teaching they’ve understood.

an5.154:2.4

Ime kho, bhikkhave, pañca dhammā saddhammassa ṭhitiyā asammosāya anantaradhānāya saṁvattantī”ti.

Lima hal ini, para bhikkhu, mengarah pada keberlangsungan, ketidakmunduran, dan ketidaklenyapan Dhamma sejati.”

These five things lead to the continuation, persistence, and enduring of the true teaching.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.