“Pañcimāni, bhikkhave, sappurisadānāni.
“Para bhikkhu, ada lima dana orang baik ini.
“There are these five gifts of a true person.
Dana Orang Baik
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memberi, bukan hanya apa yang kita berikan. Perhatikanlah kualitas batin yang menyertai pemberian, karena dari sanalah buahnya akan tumbuh.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan lima cara memberi dana yang dilakukan oleh orang baik (sappurisa). Setiap cara memberi memiliki buah atau hasil tersendiri yang akan dialami di kehidupan mendatang, mulai dari kekayaan, keindahan, hingga keamanan harta benda. Kotbah ini menekankan bahwa kualitas batin saat memberi sama pentingnya dengan pemberian itu sendiri.
“Pañcimāni, bhikkhave, sappurisadānāni.
“Para bhikkhu, ada lima dana orang baik ini.
“There are these five gifts of a true person.
Katamāni pañca?
Apakah lima itu?
What five?
Saddhāya dānaṁ deti, sakkaccaṁ dānaṁ deti, kālena dānaṁ deti, anuggahitacitto dānaṁ deti, attānañca parañca anupahacca dānaṁ deti.
Ia memberi dana dengan keyakinan, memberi dana dengan penuh perhatian, memberi dana pada waktu yang tepat, memberi dana dengan pikiran yang tidak terikat, dan memberi dana tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
They give a gift out of faith. They give a gift carefully. They give a gift at the right time. They give a gift with no strings attached. They give a gift without damaging themselves or others.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.