an5.140:7.1 Imehi kho, bhikkhave, pañcahi aṅgehi samannāgato rañño nāgo rājāraho hoti rājabhoggo, rañño aṅgantveva saṅkhaṁ gacchati.
Sotasutta
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan yang hidup tentang gajah kerajaan untuk menggambarkan kualitas-kualitas seorang praktisi yang baik. Mari kita simak bagaimana setiap kualitas gajah tersebut dipadankan dengan kualitas batin seorang bhikkhu.
Sutta ini menggunakan perumpamaan gajah kerajaan yang memiliki lima kualitas—mendengar, menghancurkan, melindungi, bertahan, dan bergerak cepat—untuk menggambarkan lima kualitas seorang bhikkhu yang membuatnya layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa bagi dunia. Sang Buddha menjelaskan masing-masing kualitas secara berpasangan, pertama pada gajah dan kemudian pada bhikkhu, dengan penekanan pada praktik spiritual yang mendalam.
an5.140:7.1 Imehi kho, bhikkhave, pañcahi aṅgehi samannāgato rañño nāgo rājāraho hoti rājabhoggo, rañño aṅgantveva saṅkhaṁ gacchati.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.