Kathañca, bhikkhave, bhikkhu gantā hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu itu cepat pergi?
And how does a mendicant go fast?
Sotasutta
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan yang hidup tentang gajah kerajaan untuk menggambarkan kualitas-kualitas seorang praktisi yang baik. Mari kita simak bagaimana setiap kualitas gajah tersebut dipadankan dengan kualitas batin seorang bhikkhu.
Sutta ini menggunakan perumpamaan gajah kerajaan yang memiliki lima kualitas—mendengar, menghancurkan, melindungi, bertahan, dan bergerak cepat—untuk menggambarkan lima kualitas seorang bhikkhu yang membuatnya layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa bagi dunia. Sang Buddha menjelaskan masing-masing kualitas secara berpasangan, pertama pada gajah dan kemudian pada bhikkhu, dengan penekanan pada praktik spiritual yang mendalam.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu gantā hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu itu cepat pergi?
And how does a mendicant go fast?
Idha, bhikkhave, bhikkhu yā sā disā agatapubbā iminā dīghena addhunā, yadidaṁ sabbasaṅkhārasamatho sabbūpadhipaṭinissaggo taṇhākkhayo virāgo nirodho nibbānaṁ, taṁ khippaññeva gantā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu dengan cepat pergi ke arah yang belum pernah ia tuju sebelumnya dalam waktu yang lama ini, yaitu: penenangan segala bentukan, pelepasan segala kemelekatan, berakhirnya nafsu, kebosanan, lenyapnya, nibbāna.
It’s when a mendicant swiftly goes in the direction they’ve never gone before in all this long time; that is, the stilling of all activities, the letting go of all attachments, the ending of craving, fading away, cessation, extinguishment.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu gantā hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu itu cepat pergi.
That’s how a mendicant goes fast.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.