Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 5.135
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan fondasi dari sebuah cita-cita. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggunakan gambaran seorang pangeran untuk menjelaskan kualitas-kualitas yang menopang seorang praktisi dalam mencapai tujuan tertinggi.
Sang Buddha mengajarkan tentang lima faktor yang membuat putra sulung seorang raja yang telah dinobatkan bercita-cita menjadi raja. Ia kemudian menganalogikan hal ini dengan lima kualitas yang membuat seorang bhikkhu bercita-cita untuk mengakhiri kekotoran batin, yaitu keyakinan, kesehatan, kejujuran, kegigihan, dan kebijaksanaan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Di sini, para bhikkhu, putra sulung raja khattiya yang telah dinobatkan itu terlahir baik dari pihak ibu maupun pihak ayah, berasal dari keturunan yang murni, tidak tercela dan tidak dicela dalam hal kelahiran hingga tujuh generasi ke belakang;
It’s when an anointed aristocratic king’s eldest son is well born on both his mother’s and father’s side, stemming from a clean vessel, with irrefutable and impeccable genealogy back to the seventh paternal generation.
ia terlatih dan mahir dalam berbagai keterampilan para raja khattiya yang telah dinobatkan, seperti berkuda, mengendarai gajah, mengendarai kereta perang, memanah, dan bermain pedang.
He is trained and skilled in the arts of anointed aristocratic kings, such as elephant riding, horse riding, driving a chariot, archery, and swordsmanship.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.