an5.131:1.1 “Mendicants, possessing five factors a wheel-turning monarch wields power only in a principled manner.
an5.131:1.2 And this power cannot be undermined by any human enemy.
Khotbah tentang Memutar Roda (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebijaksanaan praktis—seperti memahami konteks dan moderasi—menjadi kunci dalam kepemimpinan yang baik, baik dalam duniawi maupun spiritual. Mari kita simak perbandingan yang dibuat oleh Buddha.
Sutta ini membandingkan seorang raja pemutar roda yang memiliki lima faktor untuk memerintah dengan benar, dengan seorang Tathāgata yang memiliki lima kualitas untuk memutar roda Dhamma yang tiada taranya. Kelima faktor tersebut adalah mengetahui apa yang bermanfaat, mengetahui Dhamma, mengetahui ukuran yang tepat, mengetahui waktu yang tepat, dan mengetahui majelis. Dengan kualitas ini, roda kekuasaan raja tidak dapat digulingkan oleh musuh manusia, dan roda Dhamma tidak dapat diputar balik oleh siapa pun di dunia.
an5.131:1.1 “Mendicants, possessing five factors a wheel-turning monarch wields power only in a principled manner.
an5.131:1.2 And this power cannot be undermined by any human enemy.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.