an5.12:2.1 Seyyathāpi, bhikkhave, kūṭāgārassa etaṁ aggaṁ etaṁ saṅgāhikaṁ etaṁ saṅghātaniyaṁ, yadidaṁ kūṭaṁ.
an5.12:2.2 Evamevaṁ kho, bhikkhave, imesaṁ pañcannaṁ sekhabalānaṁ etaṁ aggaṁ etaṁ saṅgāhikaṁ etaṁ saṅghātaniyaṁ, yadidaṁ paññābalaṁ.
Khotbah tentang Puncak Atap
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan sederhana tentang puncak atap untuk menggambarkan pentingnya kebijaksanaan dalam kehidupan spiritual. Mari kita simak bagaimana beliau menjelaskan kelima kekuatan yang saling melengkapi ini.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan lima kekuatan yang dimiliki oleh seorang yang masih berlatih (sekha), yaitu keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, usaha, dan kebijaksanaan. Beliau menekankan bahwa dari kelima kekuatan ini, kebijaksanaan adalah yang terunggul karena ia merangkum dan menyatukan semuanya, seperti puncak atap pada sebuah rumah beratap runcing. Sang Buddha mengajarkan agar para bhikkhu berlatih untuk memiliki kelima kekuatan ini.
an5.12:2.1 Seyyathāpi, bhikkhave, kūṭāgārassa etaṁ aggaṁ etaṁ saṅgāhikaṁ etaṁ saṅghātaniyaṁ, yadidaṁ kūṭaṁ.
an5.12:2.2 Evamevaṁ kho, bhikkhave, imesaṁ pañcannaṁ sekhabalānaṁ etaṁ aggaṁ etaṁ saṅgāhikaṁ etaṁ saṅghātaniyaṁ, yadidaṁ paññābalaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.