an5.10:3.0 Tassuddānaṁ
an5.10:3.1 Saṅkhittaṁ vitthataṁ dukkhā,
an5.10:3.2 bhataṁ sikkhāya pañcamaṁ;
an5.10:3.3 Samāpatti ca kāmesu,
an5.10:3.4 cavanā dve agāravāti.
Sutta tentang Ketidakhormatan (Ke-2)
Sutta ini adalah khotbah singkat yang menekankan pentingnya sikap batin dalam perjalanan spiritual. Saat membacanya, perhatikan bagaimana kualitas-kualitas yang disebutkan saling terkait dan bagaimana rasa hormat menjadi kunci untuk membuka pintu kemajuan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu yang tidak hormat dan tidak sopan, serta memiliki lima kualitas buruk—tidak berkeyakinan, tidak memiliki rasa malu, tidak takut akibat perbuatan salah, malas, dan tidak bijaksana—tidak akan mampu mencapai pertumbuhan, kemajuan, dan kematangan dalam Dhamma dan Vinaya. Sebaliknya, bhikkhu yang hormat dan sopan dengan lima kualitas baik—berkeyakinan, memiliki rasa malu, takut akibat perbuatan salah, bersemangat, dan bijaksana—akan mampu mencapai hal tersebut. Sutta ini menegaskan pentingnya rasa hormat dan kualitas-kualitas positif dalam praktik spiritual.
an5.10:3.0 Tassuddānaṁ
an5.10:3.1 Saṅkhittaṁ vitthataṁ dukkhā,
an5.10:3.2 bhataṁ sikkhāya pañcamaṁ;
an5.10:3.3 Samāpatti ca kāmesu,
an5.10:3.4 cavanā dve agāravāti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.