‹
AN 5.103

Mahācorasutta

Khotbah tentang Pencuri Ulung

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.103

Kenali dunia dalam sutta ini

Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan pencuri ulung ini digunakan untuk menggambarkan bahaya dari perilaku tidak baik dalam kehidupan seorang bhikkhu, dan apa yang bisa kita pelajari tentang pentingnya integritas dan kebijaksanaan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seorang pencuri ulung yang memiliki lima faktor untuk menggambarkan seorang bhikkhu jahat yang memiliki lima kualitas serupa. Seperti pencuri yang mengandalkan medan sulit, semak belukar, orang berkuasa, suap, dan bertindak sendirian, seorang bhikkhu jahat juga mengandalkan perilaku buruk, pandangan salah, dukungan penguasa, pemberian materi, dan hidup menyendiri di daerah perbatasan. Akibatnya, ia merusak dirinya sendiri dan menimbun banyak keburukan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.103:6.1

Kathañca, bhikkhave, mahācoro ekacārī hoti?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang pencuri besar bertindak sendirian?

And how does a master thief act alone?

an5.103:6.2

Idha, bhikkhave, mahācoro ekakova gahaṇāni kattā hoti.

Di sini, para bhikkhu, seorang pencuri besar melakukan perampokan seorang diri saja.

It’s when a master thief carries out robbery all alone.

an5.103:6.3

Taṁ kissa hetu?

Apakah sebabnya?

Why is that?

an5.103:6.4

‘Mā me guyhamantā bahiddhā sambhedaṁ agamaṁsū’ti.

‘Agar rencana rahasiaku tidak bocor kepada orang lain.’

So that their secret plans are not leaked to others.

an5.103:6.5

Evaṁ kho, bhikkhave, mahācoro ekacārī hoti.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang pencuri besar bertindak sendirian.

That’s how a master thief acts alone.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.