Evamādīnavaṁ ñatvā,
Mengetahui bahaya ini—
Knowing this drawback—
Khotbah tentang Munculnya Ketagihan
Dalam sutta yang singkat namun padat ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan akar dari keterikatan kita. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat bagaimana empat penyebab ketagihan ini mungkin juga relevan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan empat penyebab munculnya ketagihan (taṇhā) pada seorang bhikkhu: karena jubah, makanan, tempat tinggal, atau keinginan untuk terlahir kembali di alam mana pun. Beliau menekankan bahwa ketagihan adalah pendamping setia dalam perjalanan panjang saṁsāra, dan hanya dengan memahami bahayanya serta melepaskan kemelekatan, seorang bhikkhu dapat berkelana dengan penuh perhatian dan bebas dari penderitaan.
Evamādīnavaṁ ñatvā,
Mengetahui bahaya ini—
Knowing this drawback—
Taṇhaṁ dukkhassa sambhavaṁ;
bahwa ketagihan adalah asal mula penderitaan—
that craving is the cause of suffering—
Vītataṇho anādāno,
Bebas dari ketagihan, tanpa kemelekatan,
rid of craving, free of grasping,
Sato bhikkhu paribbaje”ti.
seorang bhikkhu yang penuh perhatian hendaknya berkelana.”
a mendicant would wander mindful.”
Navamaṁ.
Yang Kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.