Taṇhā dutiyo puriso,
Ketagihan adalah pendamping seseorang
Craving is a person’s partner
Khotbah tentang Munculnya Ketagihan
Dalam sutta yang singkat namun padat ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan akar dari keterikatan kita. Mari kita simak dengan tenang, dan lihat bagaimana empat penyebab ketagihan ini mungkin juga relevan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan empat penyebab munculnya ketagihan (taṇhā) pada seorang bhikkhu: karena jubah, makanan, tempat tinggal, atau keinginan untuk terlahir kembali di alam mana pun. Beliau menekankan bahwa ketagihan adalah pendamping setia dalam perjalanan panjang saṁsāra, dan hanya dengan memahami bahayanya serta melepaskan kemelekatan, seorang bhikkhu dapat berkelana dengan penuh perhatian dan bebas dari penderitaan.
Taṇhā dutiyo puriso,
Ketagihan adalah pendamping seseorang
Craving is a person’s partner
dīghamaddhāna saṁsaraṁ;
selama ia berkelana dalam perjalanan panjang;
as they transmigrate on this long journey.
Itthabhāvaññathābhāvaṁ,
Dari keadaan ini ke keadaan lain,
They go from this state to another,
saṁsāraṁ nātivattati.
ia tidak melampaui saṁsāra.
but don’t escape transmigration.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.