an4.94:4.1 Para bhikkhu, mengenai seseorang yang tidak mencapai ketenangan batin di dalam dirinya maupun pandangan terang dalam fenomena-fenomena melalui kebijaksanaan tinggi: orang itu seharusnya mendatangi seseorang yang mencapai baik ketenangan batin di dalam dirinya maupun pandangan terang dalam fenomena-fenomena melalui kebijaksanaan tinggi, dan berkata kepadanya:
an4.94:4.2 ‘Sahabat, bagaimanakah seharusnya pikiran ditenangkan?
an4.94:4.3 Bagaimanakah seharusnya pikiran didiamkan?
an4.94:4.4 Bagaimanakah seharusnya pikiran dipusatkan?
an4.94:4.5 Bagaimanakah seharusnya pikiran dimasukkan dalam samādhi?’
an4.94:4.6 Bagaimanakah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi dilihat?
an4.94:4.7 Bagaimanakah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi direnungkan?
an4.94:4.8 Bagaimanakah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi dipandang-terangi?’
an4.94:4.9 Ia akan menjawab sesuai dengan apa yang telah dilihat dan diketahuinya:
an4.94:4.10 ‘Sahabat, beginilah seharusnya pikiran ditenangkan, beginilah seharusnya pikiran didiamkan, beginilah seharusnya pikiran dipusatkan, beginilah seharusnya pikiran dimasukkan dalam samādhi. Dan beginilah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi dilihat, beginilah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi direnungkan, beginilah seharusnya fenomena-fenomena terkondisi dipandang-terangi.’
an4.94:4.11 Setelah beberapa waktu, ia mencapai baik ketenangan batin di dalam dirinya maupun pandangan terang dalam fenomena-fenomena melalui kebijaksanaan tinggi.
