an4.91:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.91:1.2 Katame cattāro?
an4.91:1.3 Asuro asuraparivāro,
an4.91:1.4 asuro devaparivāro,
an4.91:1.5 devo asuraparivāro,
an4.91:1.6 devo devaparivāro.
Sutta Asura
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana moralitas pribadi dan lingkungan saling memengaruhi. Mari kita simak klasifikasi yang diberikan oleh Sang Buddha.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat tipe individu berdasarkan moralitas mereka dan moralitas para pengikutnya. Ia menggunakan perumpamaan asura (titan) dan deva (dewa) untuk menggambarkan kombinasi antara karakter buruk dan baik pada diri seseorang serta lingkungan sekitarnya. Pesan utamanya adalah pentingnya moralitas pribadi dan pengaruh lingkungan dalam praktik Dhamma.
an4.91:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.91:1.2 Katame cattāro?
an4.91:1.3 Asuro asuraparivāro,
an4.91:1.4 asuro devaparivāro,
an4.91:1.5 devo asuraparivāro,
an4.91:1.6 devo devaparivāro.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.