Kathañca, bhikkhave, puggalo devo hoti asuraparivāro?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang menjadi deva dengan pengikut asura?
And how is an individual a god surrounded by titans?
Sutta Asura
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana moralitas pribadi dan lingkungan saling memengaruhi. Mari kita simak klasifikasi yang diberikan oleh Sang Buddha.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat tipe individu berdasarkan moralitas mereka dan moralitas para pengikutnya. Ia menggunakan perumpamaan asura (titan) dan deva (dewa) untuk menggambarkan kombinasi antara karakter buruk dan baik pada diri seseorang serta lingkungan sekitarnya. Pesan utamanya adalah pentingnya moralitas pribadi dan pengaruh lingkungan dalam praktik Dhamma.
Kathañca, bhikkhave, puggalo devo hoti asuraparivāro?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang menjadi deva dengan pengikut asura?
And how is an individual a god surrounded by titans?
Idha, bhikkhave, ekacco puggalo sīlavā hoti kalyāṇadhammo, parisā ca khvassa hoti dussīlā pāpadhammā.
Di sini, para bhikkhu, seseorang bermoral, berkarakter baik, tetapi pengikutnya tidak bermoral, berkarakter buruk.
It’s when an individual is ethical, of good character, but their followers are unethical, of bad character.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo devo hoti asuraparivāro.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang menjadi deva dengan pengikut asura.
That’s how an individual is a god surrounded by titans.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.