Ye kecime vādapathā puthussitā,
Segala macam dasar perdebatan yang ada,
The various grounds for criticism
Kepercayaan Diri
Sutta ini mengajak kita merenungkan keyakinan yang kokoh berdasarkan pemahaman mendalam, bukan sekadar klaim. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan kepercayaan diri yang muncul dari realisasi sempurna.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat jenis kepercayaan diri (vesārajja) yang dimiliki oleh seorang Tathāgata. Keempat kepercayaan diri ini membuatnya berani mengaku sebagai Yang Tercerahkan Sempurna, telah menghancurkan kekotoran batin, mengajarkan hal-hal yang benar-benar menghalangi, dan membabarkan Dhamma yang menuntun pada akhir penderitaan. Dengan keempat ini, ia berdiam dengan aman, tanpa takut, dan percaya diri, serta memutar roda Dhamma di tengah kumpulan.
Ye kecime vādapathā puthussitā,
Segala macam dasar perdebatan yang ada,
The various grounds for criticism
Yaṁnissitā samaṇabrāhmaṇā ca;
yang menjadi sandaran para petapa dan brahmana,
that ascetics and brahmins rely on
Tathāgataṁ patvā na te bhavanti,
tidak berlaku pada Tathāgata,
vanish on reaching a Realized One,
Visāradaṁ vādapathātivattaṁ.
yang percaya diri, melampaui segala dasar perdebatan.
self-assured, gone beyond grounds for criticism.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.