Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.8
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan keyakinan yang kokoh berdasarkan pemahaman mendalam, bukan sekadar klaim. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan kepercayaan diri yang muncul dari realisasi sempurna.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat jenis kepercayaan diri (vesārajja) yang dimiliki oleh seorang Tathāgata. Keempat kepercayaan diri ini membuatnya berani mengaku sebagai Yang Tercerahkan Sempurna, telah menghancurkan kekotoran batin, mengajarkan hal-hal yang benar-benar menghalangi, dan membabarkan Dhamma yang menuntun pada akhir penderitaan. Dengan keempat ini, ia berdiam dengan aman, tanpa takut, dan percaya diri, serta memutar roda Dhamma di tengah kumpulan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘“Ye kho pana te antarāyikā dhammā vuttā te paṭisevato nālaṁ antarāyāyā”ti tatra vata maṁ samaṇo vā brāhmaṇo vā devo vā māro vā brahmā vā koci vā lokasmiṁ sahadhammena paṭicodessatī’ti nimittametaṁ, bhikkhave, na samanupassāmi.
‘Hal-hal yang kusebut sebagai penghalang, bagi seseorang yang melakukannya, tidaklah cukup untuk menjadi penghalang’—untuk hal ini, para bhikkhu, aku tidak melihat adanya alasan bagi seorang petapa, brahmana, dewa, Māra, atau Brahmā, atau siapa pun di dunia ini untuk menegurku secara sah.
I see no reason for anyone—whether ascetic, brahmin, god, Māra, or the Divinity, or anyone else in the world—to legitimately scold me, saying: ‘The acts that you say are obstructions are not really obstructions for the one who performs them.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.