Kathañca, bhikkhave, puggalo samaṇamacalo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu menjadi pertapa yang kokoh?
And how is an individual a confirmed ascetic?
Pandangan Benar
Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan tingkatan-tingkatan pertapa, dari yang paling dasar hingga yang paling luhur, dan renungkan di mana kita berada dalam perjalanan ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat tingkatan pertapa berdasarkan pencapaian spiritual mereka: pertapa yang kokoh, pertapa teratai putih, pertapa teratai merah, dan pertapa yang lembut di antara para pertapa. Tingkatan pertama memiliki delapan faktor jalan mulia, yang kedua menambahkan pengetahuan dan kebebasan benar, yang ketiga juga menguasai delapan kebebasan meditatif, dan yang keempat adalah Sang Buddha sendiri yang hidup dengan penuh kesederhanaan dan tanpa keterikatan.
Kathañca, bhikkhave, puggalo samaṇamacalo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu menjadi pertapa yang kokoh?
And how is an individual a confirmed ascetic?
Idha, bhikkhave, bhikkhu sammādiṭṭhiko hoti, sammāsaṅkappo hoti, sammāvāco hoti, sammākammanto hoti, sammāājīvo hoti, sammāvāyāmo hoti, sammāsati hoti, sammāsamādhi hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memiliki pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
It’s when a mendicant has right view, right purpose, right speech, right action, right livelihood, right effort, right mindfulness, and right immersion.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo samaṇamacalo hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang individu menjadi pertapa yang kokoh.
That’s how an individual is a confirmed ascetic.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.