an4.85:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.85:1.2 Katame cattāro?
an4.85:1.3 Tamo tamaparāyaṇo,
an4.85:1.4 tamo jotiparāyaṇo,
an4.85:1.5 joti tamaparāyaṇo,
an4.85:1.6 joti jotiparāyaṇo.
Sutta dari Kegelapan menuju Kegelapan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana penilaian terhadap seseorang tidak bisa hanya dilihat dari latar belakang atau penampilan lahiriah. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat pola kehidupan yang mungkin kita temui di sekitar kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan empat jenis individu yang ada di dunia berdasarkan kondisi kelahiran dan perbuatan mereka: gelap menuju kegelapan, gelap menuju cahaya, terang menuju kegelapan, dan terang menuju cahaya. Inti ajarannya adalah bahwa kelahiran dalam keluarga rendah atau tinggi serta penampilan fisik tidak menentukan tujuan akhir seseorang, melainkan perbuatan baik atau buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiranlah yang menentukan alam tujuan setelah kematian.
an4.85:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.85:1.2 Katame cattāro?
an4.85:1.3 Tamo tamaparāyaṇo,
an4.85:1.4 tamo jotiparāyaṇo,
an4.85:1.5 joti tamaparāyaṇo,
an4.85:1.6 joti jotiparāyaṇo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.