Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.76
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah salah satu momen paling mengharukan dalam kehidupan Sang Buddha. Bacalah dengan tenang, rasakan suasana hening di hutan sal itu, dan perhatikan bagaimana keheningan para bhikkhu justru menjadi jawaban paling fasih atas undangan terakhir Sang Guru.
Sang Buddha, di ambang parinibbāna di hutan sal Kusinārā, tiga kali mempersilakan para bhikkhu bertanya jika masih ada keraguan tentang Buddha, Dhamma, Saṅgha, jalan, atau latihan. Karena para bhikkhu diam, Ānanda menyatakan keyakinannya bahwa tidak ada seorang pun yang ragu. Buddha menegaskan bahwa ucapan Ānanda berasal dari keyakinan, sedangkan Beliau mengetahuinya langsung, dan menyatakan bahwa bahkan bhikkhu terakhir dari lima ratus bhikkhu adalah seorang sotāpanna yang pasti mencapai pencerahan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
"Ānanda, engkau berbicara karena keyakinan. Tetapi Tathāgata mengetahui dengan pengetahuan-Nya: 'Tidak ada dalam Saṅgha para bhikkhu ini seorang bhikkhu pun yang memiliki keraguan atau kebimbangan terhadap Buddha, Dhamma, Saṅgha, jalan, atau praktik.'
“Ānanda, you speak from faith. But the Realized One knows that there’s not even a single mendicant in this Saṅgha who has doubt or uncertainty regarding the Buddha, the teaching, the Saṅgha, the path, or the practice.
Imesañhi, ānanda, pañcannaṁ bhikkhusatānaṁ yo pacchimako bhikkhu so sotāpanno avinipātadhammo niyato sambodhiparāyaṇo”ti.
Sebab, Ānanda, dari lima ratus bhikkhu ini, bhikkhu yang paling akhir sekalipun adalah seorang sotāpanna, tidak akan lagi terlahir di alam rendah, pasti mencapai pencerahan."
Even the last of these five hundred mendicants is a stream-enterer, not liable to be reborn in the underworld, assured, destined for awakening.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.