“Cattārimāni, bhikkhave, aggāni.
“Para bhikkhu, ada empat hal yang merupakan yang terbaik.
“Mendicants, these four things are the best.
Sutta tentang Yang Terbaik (Ke-2)
Sutta ini sangat singkat dan padat. Saat membacanya, perhatikan bahwa Sang Buddha menyebutkan empat kategori yang mencakup aspek fisik dan mental dari keberadaan, namun tidak menjelaskan apa yang membuatnya 'terbaik'. Ini bisa menjadi titik awal untuk merenungkan ajaran Buddha tentang hal-hal tertinggi.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu tentang empat hal yang merupakan yang terbaik: bentuk, perasaan, persepsi, dan kehidupan. Beliau tidak merinci lebih lanjut apa yang dimaksud dengan 'terbaik' dalam konteks ini, menjadikannya ajaran yang ringkas dan terbuka untuk direnungkan.
“Cattārimāni, bhikkhave, aggāni.
“Para bhikkhu, ada empat hal yang merupakan yang terbaik.
“Mendicants, these four things are the best.
Katamāni cattāri?
Apakah empat itu?
What four?
Rūpaggaṁ, vedanāggaṁ, saññāggaṁ, bhavaggaṁ—
Yang terbaik di antara bentuk, yang terbaik di antara perasaan, yang terbaik di antara persepsi, dan yang terbaik di antara kehidupan—
The best form, feeling, perception, and existence.
Imāni kho, bhikkhave, cattāri aggānī”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah empat hal yang merupakan yang terbaik.”
These are the four things that are the best.”
Pañcamaṁ.
Kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.