‹
AN 4.73

Sappurisasutta

Sappurisasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.73

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita berbicara tentang diri sendiri dan orang lain. Mari kita simak bagaimana Buddha menguraikan empat kualitas yang membedakan orang baik dari yang bukan, serta perumpamaan pengantin baru yang menggambarkan sikap batin yang ideal.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sappurisasutta membahas tentang empat kualitas yang membedakan orang baik (sappurisa) dari orang yang bukan orang baik (asappurisa), terutama dalam hal cara mereka berbicara tentang diri sendiri dan orang lain. Sutta ini juga menggunakan perumpamaan pengantin baru untuk mengilustrasikan sikap rendah hati dan rasa hormat yang seharusnya dimiliki oleh seorang bhikkhu yang baru saja meninggalkan kehidupan rumah tangga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.73:7.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, sappuriso yo hoti attano avaṇṇo taṁ apuṭṭhopi pātu karoti, ko pana vādo puṭṭhassa.

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang yang baik membicarakan keburukan dirinya sendiri meskipun tidak ditanya, apalagi jika ditanya.

Furthermore, a true person speaks ill of themselves even when not asked, let alone when asked.

an4.73:7.2

Puṭṭho kho pana pañhābhinīto ahāpetvā alambitvā paripūraṁ vitthārena attano avaṇṇaṁ bhāsitā hoti.

Tetapi ketika didesak oleh pertanyaan, ia membicarakan keburukan dirinya sendiri secara lengkap dan terperinci, tanpa meninggalkan apa pun.

But when led on by questions they speak ill of themselves in full detail, not leaving anything out.

an4.73:7.3

Veditabbametaṁ, bhikkhave, sappuriso ayaṁ bhavanti.

Dengan ini, para bhikkhu, harus diketahui bahwa ia adalah seorang yang baik.

That’s how to know that this is a true person.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.