an4.73:9.1 Para bhikkhu, bagaikan seorang pengantin perempuan yang pada hari atau malam pertama dibawa ke rumah suaminya, seketika itu juga ia menumbuhkan rasa malu dan takut berbuat salah yang mendalam terhadap ibu mertua, ayah mertua, suami, bahkan terhadap para pelayan, pekerja, dan pembantu.
an4.73:9.2 Tetapi setelah beberapa waktu, karena hidup bersama dan keakraban, ia bahkan akan berkata kepada ibu mertua, ayah mertua, atau suaminya:
an4.73:9.3 'Pergilah! Apa yang kalian ketahui?'
an4.73:9.4 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang pada hari atau malam pertama meninggalkan kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, seketika itu juga ia menumbuhkan rasa malu dan takut berbuat salah yang mendalam terhadap para bhikkhu, bhikkhuni, umat awam laki-laki, umat awam perempuan, bahkan terhadap para pekerja vihara dan samanera.
an4.73:9.5 Tetapi setelah beberapa waktu, karena hidup bersama dan keakraban, ia bahkan akan berkata kepada guru dan penasihatnya:
an4.73:9.6 'Pergilah! Apa yang engkau ketahui?'
an4.73:9.7 Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih seperti ini:
an4.73:9.8 ‘Kita akan hidup dengan hati yang tenang seperti pengantin baru.’
an4.73:9.9 Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.”
an4.73:9.10 Ketiga.
